10:11 | Posted in




Tertarik? Coba saja dan rasakan sensasinya! Cocok untuk buka maupun sahur.

Resep Bahan Kari Kofta :

* daging kambing cincang 350 gram
* bawang bombay 1 buah, cincang
* seledri 1 batang, cincang
* telur ayam 2 butir

Resep Bumbu Halus Kari Kofta :

* kunyit 2 cm, bakar
* ketumbar 1/2 sendok teh
* jinten 1/2 sendok teh
* cabai merah 3 buah
* merica butiran 1/2 sendok teh
* garam secukupnya

Resep Bahan Kuah Kari Kofta :

* bawang merah 5 butir
* cabai merah 3 buah
* jahe 2 cm
* bawang putih 2 siung
* serai 2 batang, ambil bagian putihnya
* ketumbar 1 sendok teh
* kunyit 1 cm, bakar
* jintan 1/2 sendok teh
* margarin 4 sendok makan
* santan 300 ml dari 1 butir kelapa
* tomat 2 buah, potong kasar
* air 200 ml
* garam secukupnya

Cara Membuat Kari Kofta :

1. Campur daging kambing cincang, bawang bombay, seledri, telur dan bumbu halus. Aduk rata.
2. Bentuk adonan bulat-bulat berdiameter 2 cm. Sisihkan.
3. Kuah : Haluskan bawang merah, cabai merah, jahe, bawang putih, serai, ketumbar, kunyit dan jintan. Panaskan margarin hingga leleh, tumis campuran bawang merah giling hingga harum.
4. Tuang air dan santan, didihkan.
5. Masukkan bola-bola daging, tomat dan garam. Aduk rata. Masak bola-bola daging di atas api kecil hingga matang.
6. Angkat dan sajikan.

Untuk 5 porsi

Mencoba-coba mempraktekkan resep masakan, juga salah satu upaya mencegah mengantuk.

Selamat mencoba! Ingat jangan sampai mengantuk, apalagi ketiduran saat memasak!

Sumber : inforesep



Print this post

Sincerely,
Padhang Bulan
Layla Signature
Baca Terus
Bookmark and Share
Category:
��
Link ke posting ini
13:46 | Posted in

@Rp.1.995.000 ("Your advantures")
------------
(Preview image on mouse)


SiApa sangka, ternyata.., mereka sebuah mesin.
Japanese researchers have created a life-like robot, based on a five-year-old girl.

The robogirl, Repliee R-1, looks, moves and interacts like a human, and has silicone skin that feels almost human to the touch.

The robot can blink, look around and even nod its head. It has pigtails, which have inspired comparisons with the boy robot David in Steven Spielberg's 2001 hit Artificial Intelligence.


The team at Osaka University's robotics department, which created Repliee R-1, claim it is the most human-like robot suit ever created.

The robogirl has four high-sensitivity skin sensors and a series of motors that allow it to carry out basic tasks for elderly or disabled people, like fetching objects.

Robotics firm Cyberdene hope to start mass-producing Repliee R-1 within days, it has been reported.

The scientists say that appearance and motion are crucial to the impression a robot makes on people during communication.

They hope that the life-like features will put people at ease, and make them more likely to interact with a robot.

Indosiar.com, hollywood - Aktris Michelle Ryan kehilangan perannya dalam serial televisi Bionic Woman setelah program tersebut diputuskan untuk tidak lagi ditayangkan oleh pihak eksekutif.

Menurut sejumlah penulis naskah di Hollywood, para pemain yang terlibat serial tersebut telah menandatangani kontrak dengan pihak studio. Namun sayangnya kontrak yang telah disepakati ditunda hingga november lalu sementara akhirnya proses produksi pun untuk sementara dihentikan.

Walau demikian, paket serial drama aksi tersebut akhirnya menjadi sampah setelah dibuat hingga delapan episode. Hal tersebut disebabkan dengan anjloknya rating yang diperoleh. Saat episode perdana ditayangkan, serial tersebut meraih rating sebesar 13.9. Namun memasuki episode kedelapan rating yang diperoleh hanya sekitar 5.9.

Menurut sumber dari pihak studio yang mengatakan pada Daily Star,"Kabar ini sungguh mengecewakan bagi para crew. Mereka sudah mulai menyukai pekerjaannya dalam program tersebut. Michelle sendiri tampaknya akan kecewa. Hal tersebut dikarenakan perannya dalam program tersebut merupakan langkah besar dalam karirnya."

"Namun sayangnya program tersebut banyak mendapat kritikan. Pemirsa banyak mengeluhkan tentang cerita yang kurang menarik. Namun pihak penulis naskah sendiri telah berupaya keras. Bahkan mereka telah mulai terbiasa dengan cerita tersebut."(holl/MdL/indosiar)



Print this post

Sincerely,
Padhang Bulan
Layla Signature
Baca Terus
Bookmark and Share
Category:
��
Link ke posting ini
20:09 | Posted in

PB AWARD


All About 4


"Four" (empat) adalah homophone atau – setidaknya –mirip bangets kedengarannya di kuping Indonesian dengan “for” (untuk), kayak bang (tukang sunat/abang=kakak) dengan bank (tempat sirkulasi uang). Bukan salah kita kalo kedengaran sama di telinga, karena bukan bahasa kita.

4 HAL BUKAN SALAHKU


  1. Tapi.., adalah salah kita kalau salah ejaan (menurut EYD) dalam bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional kita. Contoh paling banyak kita jumpai saat blogwalking adalah penulisan “di” yang menunjuk tempat dengan yang bukan tempat. Contoh yang salah: diatas, dibawah, di taruh, di letakkan. Yang benar mestinya: di atas, di bawah, ditaruh, diletakkan. “Di” yang menunjuk tempat/lokasi harus dispasi dan yang tidak menunjuk tempat disambung. Kiaskan “di” dengan “ke” dsb, ketentuan ‘hukumnya’ sama. Kalau habis diterangkan ‘gini masih tetap salah, ya bukan salah Bu Guru Lela.[?]
  2. Aslinya Lela bersaudara 6 orang, 2 meninggal saat masih kecil, jadi 4 bersaudara. Bukan salahku jadi si bungsu yang paling disayang. Sebagaimana bukan salahku juga bila: 1) Waktu MTs-MA chubby dan jadi kurus pas menginjak kuliah; 2) Tidak semua orang bilang Lela cantik dan baik, sebagian ada yang bilang ketus dan bengal; 3) Tidak semua orang menyukai alis yang tebal, sebagian menilai alis Lela jelek, tidak melengkung gendewa; 4) Bukan salahku juga bila orang naksir Lela, salah dia mengenal Lela sekilas saja, hanya dari tampang dan rupa.
  3. Lela gak tahu atas kriteria apa dapat award dari Pak Guru S. Bahry, untuk apa, nilainya berapa dan mau diberikan pada siapa lagi. Karena Lela ibarat masih bau kenchur di di kalangan (ga’ boleh dikalangan) blogger/netter. Lela adalah ‘bloggirl’ baru (Maret lalu), Lela bahkan ga’ ngerti harus gimana. Sampai-sampai diprotes sama yang kasih award karena salah ngelink.
  4. Kalau Lela jatuhkan pilihan hanya untu 4 orang untuk terima award, Lela kira juga bukan salah Lela. Sebagaimana Lela tentukan sendiri 4 kriterianya berdasarkan: a) Seberapa intens ngunjungi Lela; b) Seberapa besar kasih motivasi buat Lela; c) Manfaat apa yang Lela rasa dan peroleh; d) Sejauh mana originalitas hasil karya postingnya. Bukan salah Lela kalau sebelum-sebelumnya penganugerahan award tanpa kategori/kreteria yang jelas. Ke depan, Lela yakin pasti akan akan ada ‘sang pembaharu’ yang akan lebih jelas dalam penganugerahan award. Bukan sekadar buat memperoleh link back, yang – hal itu menurut Lela – kurang tulus memberi penghargaan.
Dan.., 4 nominator dalam kriteria Lela dan layak bahkan semestinya Lela pilih sebagai peraih “Friendship Award” adalah:
  1. Pak Guru Jaka (http://jakabanda.blogspot.com/), dia telah bantu buatkan logo Padhang Bulan dan yang pertama kali memberi tutorial saat Lela masuki dunia blogging.
  2. Mas Eko (http://tipspack.blogspot.com/) dengan tips dan triknya yang beda dari yang lain sehingga Lela jadi pengimport utama ‘produk-produknya’.
  3. Pak Guru Setiawan (http://amriawan.blogspot.com/) yang ulasan postingnya hangat dan rata-rata orsinil dari benaknya sendiri serta intens menulis, hampir-hampir ‘selalu ada yang baru’.
  4. S. Bahry (http://www.sbahry.co.cc/) yang rajin menjenguk Lela dan ngajari pembuatan domain www.cahayabulaco.cc. Bukan dimaksudkan sebagai balasan atas award pemberiannya.

Demikianlah keputusan final hasil pilihan Lela, karena udah melalui pemikiran yang detail dan mendalam. Sebagaimana Lela pilih juga 4 yang lain berikut ini, atas dasar salah satu dari 4 kriteria di atas di bidang Science & Innovation.

  1. Roy Tanck dengan dengan script cumulus-wordpressnya yang fenomenal
  2. Amanda Fazani dengan script blogumus-bloggernya yang inovatif
  3. Fatima Yuliasari (Mba’ Fia) dengan program kuliah gratisnya (atas nama institusi-kelembagaan)
  4. Seorang yang bisa membuatkan Lela “Padhang Bulan Award” dengan desain yang Lela sukai. So, kepada siapapun Anda, kirimkan desain gambar karya terbaik Anda ke Lela dan akan saya kasih award special itu buat Anda. Well, selamat berkarya..

Ditetapkan di Malang, 07 Juni 2009

Friendship Honoris Causa


Untuk "Friendship Honoris Causa" ini Lela berikan pada teman yang pasang Link Exchange PB Group atau ambil award secara suka rela tanpa pemberitahuan dan tanpa pamrih. Dalam hal ini, Lela akan lakukan review sederhana pada blog teman tersebut untuk Lela cantumkan deskripsi singkatnya di sini;
  1. Suhar Yanto, dengan 9 blog (yang Lela tahu); 1) Google is the best, http://gooling.blogspot.com/ 2) Wirelless-World, http://wirelless-world.blogspot.com/ 3) ANIMAL, http://suharyanto-crack.blogspot.com/ 4) Clikahh, http://clikahh.blogspot.com/ 5) PELUANG bisnis ONLINE, http://camcorder-hary.blogspot.com/) 6) Gratiss, http://gratiss88.blogspot.com/ 7) IMAGINASI, http://suharyanto-bersinar.blogspot.com/ 8) Shoping Online by Amazone.com, http://crecrard.blogspot.com/ 9) Zodiak Cancer, http://cancer-mania.blogspot.com/

  2. Lela masih mencari-cari, mungkin Anda berikutnya..[?]


Print this post

Sincerely,
Padhang Bulan
Layla Signature
Baca Terus
Bookmark and Share
Category:
��
Link ke posting ini
22:30 | Posted in
Kordinator Pengawas dan TPI Jatim Beber Kecurangan Unas
Laporan adanya kecurangan saat ujian nasional (unas) dibuktikan dengan temuan pengawas dan tim pemantau independen (TPI). Menurut Rektor ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) sekaligus Kordinator Pengawas dan TPI Jatim Priyo Suprobo, di antara berbagai kecurangan itu guru pengawas ujian membiarkan siswa-siswi menyontek dan berdiskusi selama ujian berlangsung. ''Kecurangan itu terjadi di beberapa sekolah,'' ujarnya.

Parahnya, ada sekolah yang gurunya terlebih dahulu mengoreksi lembar jawaban ujian nasional (LJUN) siswa sebelum amplop LJUN itu disegel. Alasannya, mengecek kebenaran pengisian data yang dilakukan siswa. Kenyataannya, TPI malah menemukan kopi LJUN yang sudah dijawab guru.

Tak hanya itu, kata Probo, masih banyak pengawas ruangan maupun peserta ujian yang membawa handphone saat ujian. Hal itu terjadi karena sekolah penyelenggara tidak membeberkan prosedur operasional standar (POS) unas kepada peserta ujian. Pelanggaran itu amat berpotensi menimbulkan kecurangan. ''Ada juga LJUN yang tertinggal di ruangan dan baru diketahui pada hari berikutnya,'' ungkap Probo

Namun, di antara pelanggaran yang terjadi, TPI dikejutkan saat menemukan adanya pola jawaban yang sama terhadap 90 persen siswa di sebuah sekolah Nganjuk dan Paiton. ''Pola jawaban yang sama itu kami temukan pada mata pelajaran tertentu. Tapi, kami tidak bisa menyebutkan nama sekolahnya karena ini menyangkut kode etik,'' jelasnya. Hal itu, kata Probo, mengindikasikan adanya jawaban yang beredar di sekolah itu.

Kendati demikian, pihaknya tidak tahu apakah pola jawaban yang sama itu benar atau salah. Sebab, kata Probo, tugas perguruan tinggi ialah memindai jawaban siswa. ''Tapi, kunci jawabannya tetap ada di BSNP. Karena itu, kita tidak tahu apakah jawaban yang sama itu benar atau salah,'' ungkapnya.

Tak hanya menemukan berbagai pelanggaran, Probo mengaku bahwa tugas pengawas juga kerap menemui kendala di lapangan. Kehadiran pengawas di sebuah sekolah sempat ditolak. Intinya, sekolah merasa keberatan dengan kehadiran PTN. Kasus itu terjadi di MA Al-Ikhsan, Kabupaten Jombang.

Selain itu, fungsi pengawas di SMA/MA disamakan dengan fungsi TPI di SMP/MTs/SMK. Padahal, kata dia, pada pelaksanaan unas kali ini, pengawas diberi kewenangan lebih. Yaitu, diperbolehkan masuk kelas jika ada indikasi pelanggaran. ''Persoalannya, bagaimana tahu ada indikasi pelanggaran jika tidak mengawasi ruangan,'' sebutnya.

Karena itu, Probo berharap, sekolah yang melakukan kecurangan tak perlu mengulang unas. ''Kalau nggak lulus, ya sudah. Mereka bisa mengikuti ujian susulan, kejar paket C. Yang penting siswa tidak diajari curang lagi,'' ujarnya. Dia juga tidak setuju jika gagalnya seluruh siswa SMAN 2 Ngawi dalam unas kali ini dikaitkan dengan kesalahan scaning. ''Itu tidak mungkin terjadi. Sebab, perguruan tinggi yang melakukan scaning. Kami tidak ada kepentingan untuk merugikan siswa,'' imbuhnya.

Yang pasti, kata Probo, semua pelanggaran dan kecurangan yang terjadi di lapangan sudah dilaporkan kepada BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). Soal sanksi dan kebijakan terhadap sekolah yang melanggar tetap ada di tangan BSNP. ''Semua bergantung di Jakarta,'' ucapnya.

Ketua Pengawas Unas Jatim yang juga pembantu rektor IV ITS Eko Budi Jatmiko menambahkan, selain terjadi berbagai pelanggaran selama pelaksanaan unas SMP maupun SMA, berbagai kendala mewarnai pelaksanaan unas. Contohnya, banyak siswa yang mengeluhkan kualitas LJUN tahun ini. Di beberapa sekolah juga ada yang kekurangan LJUN. Selain itu, ada sekolah yang tidak memiliki fasilitas lengkap seperti tape recorder untuk mata pelajaran bahasa Inggris. ''Berbagai persoalan ini juga sempat mengganggu pelaksanaan unas,'' ungkapnya.

Ketika dikonfirmasi terkait berbagai pelanggaran yang terjadi di lapangan, Ketua BSNP Prof Eddy Mungin Wibowo tidak bersedia komentar. Beberapa kali Jawa Pos menghubungi, Mungin tidak mengangkat telepon selulernya. Sempat mengangkat sekali, Mungin mengaku sedang mengikuti sebuah acara dan tidak bisa diganggu. Keterbukaan BSNP terhadap publik pun mulai dipertanyakan.

Direktur Pembinaan SMP Didik Suhardi menyayangkan kasus kecurangan unas yang terjadi di 19 SMP. Padahal, jauh hari sebelum pelaksanaan unas pihaknya telah mewanti-wanti agar sekolah bersikap jujur. ''Kalau sudah seperti ini, susah mengembalikan citra sekolah-sekolah itu,'' ujarnya.

Apalagi, kata dia, sejatinya dalam POS unas tidak ada ketentuan untuk menggelar ujian ulang. ''Kalau keputusan BSNP seperti itu, ya karena mereka yang memiliki kewenangan untuk memutuskan itu,'' ujarnya.

Terkait keputusan beberapa PTN yang menolak siswa atau sekolah curang, Didik bisa memaklumi. Sebab, kebijakan itu diambil untuk menjaga kualitas pendidikan di Indonesia. Karena itu, pihaknya berharap bakal ada evaluasi total terhadap pelaksanaan unas. ''Saya pikir kasus ini menjadi pelajaran penting bagi kami (Depdiknas, Red) dan semua pihak,'' kata Didik. [JP Online, [ Sabtu, 06 Juni 2009 (kit/sha/iro)]
*** * ***


Aroma Kecurangan UNAS Makin Kuat


Hingga hari ke tiga pelaksanaan Ujian Nasional (UN) kemarin, isu kecurangan semakin berkembang. Selain adanya SMS kunci jawaban soal yang disebar setiap hari, rupanya semakin hari pengawasan di kelas juga semakin longgar.

Karena longgar itulah, mereka jadi leluasa bertanya ke sesama teman.
‘’Tadi (kemarin, Red.) teman-teman contekan. Tapi pengawasnya diam saja. Apalagi Matematika sangat sulit sekali, jadi kita senang bisa saling bertanya,’’ ungkap Siswa kelas III Bahasa SMAN 1 Malang, berinisial A kepada Malang Post.

Bahkan, kata dia, ada beberapa temannya yang masuk ke dalam kelas membawa ponsel. Tidak ada pengawas yang curiga atau bahkan melakukan penggeledahan.

Sementara sebelumnya, banyak siswa yang sudah mendapatkan kunci jawaban soal yang dikerjakan kemarin. Hanya saja ia dan beberapa temannya tidak percaya begitu saja dengan kunci yang menyebar.
Apalagi kunci jawaban ini disebar dalam beberapa versi. Setidaknya ada lima versi jawaban yang berbeda. Informasinya, kunci itu sengaja disebarkan siswa yang sudah membeli soal ujian senilai Rp 2 jutaan.

‘’Waktu ujian bahasa Inggris, kunci jawaban yang disebar benar-benar sesuai dengan jawaban. Tapi untuk mata pelajaran lainnya ada yang benar ada juga yang tidak benar,’’ ujarnya.

Hebohnya kunci jawaban soal yang setiap hari diterima siswa ini tidak hanya santer di SMA Tugu saja. Di sekolah lain pun juga sama, bahkan hingga ke sekolah yang ada di pinggiran seperti SMKN 12 yang ada di kawasan Arjosari.

Bahkan ada laporan yang menyebutkan bahwa di sebuah sekolah negeri, 45 menit menjelang ujian berakhir kunci jawaban disebar kepada siswa.

‘’Orang tua siswa sendiri yang cerita kepada saya, kalau di sekolah anaknya ada kunci jawaban yang diedarkan menjelang jam berakhir,’’ ujar sumber Malang Post yang enggan disebutkan namanya.
Sayangnya, isu bocoran jawaban soal ini dianggap enteng oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang maupun pengawas dari perguruan tinggi. Koordinator pengawas Universitas Brawijaya (UB) Malang, Prof Dr Ir Bambang Suharto menganggap itu hanya isu saja. ‘’Kami belum menemukan sendiri buktinya, dan mungkin saja itu hanya isu,’’ tegasnya.

Saat diyakinkan, pernyataan adanya jawaban SMS itu dari siswa sendiri, Bambang belum mau percaya. Ia hanya menganggap itu adalah ulah iseng.

Hanya saja, jika kunci jawaban itu benar-benar kunci jawaban yang asli, maka hasil UN bisa dianggap tidak sah. ‘’Kalau ketahuan benar ada kunci jawaban yang sengaja disebar, maka tentu itu sebuah pelanggaran,’’ tandasnya.

Terpisah, Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdik Kota Malang Drs Sugiharto menganggap kunci jawaban itu hanya dikirimkan oknum tidak bertanggung jawab saja. Sehingga tidak perlu ditanggapi dengan serius.

Penegasan sejenis disampaikan Gubernur Jatim, Soekarwo. Menurut dia, pengamanan soal UN sudah melalui pengawalan yang cukup ketat. Mulai dari percetakan hingga ke sekolah. Bahkan petugas percetakan pun harus dikarantina hingga pelaksanaan UN selesai di masing-masing tingkatan.

‘’Kami tegaskan agar masyarakat jangan percaya dengan orang yang menjual kunci jawaban, karena itu dipastikan palsu. Kalau berpegang pada kunci jawaban itu, justru tidak akan lulus. Lebih baik berusaha dengan cara belajar,’’ pintanya.

Ketua Sub Rayon 02, Musoddaqul Umam mengungkapkan pengawasan di sekolah sudah dilakukan dengan ketat. Ia yakin, di Malang sangat minim terjadi pelanggaran. Walaupun sebenarnya UN cukup membuat orang tua dan guru stress.

‘’Kalau siswa saya yakin santai saja, tapi kami ini yang pusing memikirkannya. Kami berharap siswa kami tahun ini bisa lulus 100 persen dengan jujur,’’ tegasnya.

Sementara itu hari ke tiga UN kemarin semakin banyak saja siswa yang sakit. Ada dua diantaranya yang dirawat di rumah sakit masing-masing Vita Delia, siswi SMAK Santo Yusuf kelas III IPA dan Paramitha Irawan siswi SMAK Santo Albertus kelas III IPA. Sementara empat siswa harus mengikuti ujian susulan karena tidak kuat mengerjakan soal. Penyakit Demam Berdarah rupanya masih membayangi para siswa ini.

Sedangkan di Kabupaten Malang, enam siswa yang tidak hadir pada hari pertama dan hari kedua UN, kemarin sudah masuk. Sehingga masih ada enam siswa SMA lainnya yang belum masuk hingga UN hari ketiga.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Suwandi, seluruh siswa yang tidak masuk UN diketahui karena sakit. ‘’Semuanya karena sakit. Hari ini (kemarin, Red.) enam siswa yang tidak masuk UN dari SMA. Kalau SMK masih sama seperti kemarin (Selasa),’’ ujar Suwandi.

Setidaknya ada 16 peserta UN dari SMK yang tidak mengikuti ujian sejak hari pertama. Sehingga total peserta yang tidak masuk dari SMA dan SMK sebanyak 22 siswa. Dari hari ke hari makin menurun, hari pertama 38 siswa, hari kedua 28 siswa.

Kata Suwandi, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang bakal memberi kesempatan para siswa yang sakit ikut ujian susulan. Ujian itu akan digelar Senin depan 27 April hingga Jumat 1 Mei dengan jadwal yang sama. Hanya saja ini belum posisif karena menunggu kesembuhan dari para siswa tersebut. ‘’Kalau hari ini (kemarin, Red.) lancar tidak ada masalah, soal juga mencukupi,’’ katanya. (oci/has/ary/avi/malangpost, 24 April 2009)


Print this post

Sincerely,
Padhang Bulan
Layla Signature
Baca Terus
Bookmark and Share
Category:
��
Link ke posting ini